Pentingnya Cek Sperma Sebelum Program Hamil, Kenali Prosedur & Ciri Tidak Subur

Sulit hamil bisa disebabkan beberapa faktor. Tak melulu karena kesuburan wanita, bisa jadi dari sisi suami yang juga harus memeriksakan kualitas spermanya.

Peluang terjadinya kehamilan ditentukan 50:50, yakni 50 persen dari faktor suami dan 50 persen dari istri. Inilah mengapa pemeriksaan kesehatan juga penting dilakukan oleh suami sebelum menjalani program hamil.

Ada tiga pemeriksaan dalam komponen program hamil yang dapat dijalani suami istri, yakni:

  1. Cek USG transvaginal untuk melihat kondisi sel telur
  2. Histerosalpingografi untuk melihat kondisi saluran tuba (tuba fallopi)
  3. Analisis sperma untuk mengetahui kondisi sperma

    Pentingnya cek sperma

    Sama seperti pemeriksaan USG dan histerosalpingografi, analisis sperma juga sangat diperhitungkan untuk melihat kesuburan pria. Analisis sperma dapat melihat 3 hal penting yang berhubungan dengan peluang hamil istri, yaitu:

    1. Jumlah sperma

    Sperma yang sehat adalah yang jumlahnya normal. Saat ejakulasi, pria akan mengeluarkan air mani yang normalnya terkandung sekitar 15 juta sperma per mililiter.

    2. Pergerakan sperma

    Pergerakan sperma sangat penting untuk membuahi sel telur. Gerakan yang cepat, akan memudahkan sperma bertemu sel telur.

    3. Bentuk sperma

    Selain jumlah dan pergerakan, tak kalah penting adalah bentuk sperma. Sperma yang sehat memiliki bentuk kepala tampak lonjong dan ekor yang panjang.

    Cek sperma pada pria yang ingin program hamil

    Berikut beberapa pilihan cek sperma bagi suami yang ingin memulai program hamil:

    1. Analisis sperma

    Analisis sperma dapat dilakukan di klinik atau langsung ke laboratorium. Sperma pria akan dikumpulkan dan dicek di laboratorium untuk dilihat kondisinya.

    2. Fragmentasi DNA spermatozoa

    Fragmentasi DNA spermatozoa merupakan pemeriksaan untuk menunjukkan fragmentasi atau ada atau tidaknya kerusakan DNA pada sperma.

    3. Pemeriksaan aglutinasi sperma

    Hasil positif pada pemeriksaan aglutinasi dapat berarti adanya penggumpalan sperma yang dialami pria. Penggumpalan ini dapat menjadi salah satu penyebab masalah kesuburan.

    Kondisi medis yang berhubungan dengan sperma dan peluang hamil

    Kondisi medis yang berhubungan dengan kesuburan pria dapat diperoleh usai menjalani cek sperma. Berikut beberapa kondisi medis yang berhubungan dengan masalah pada sperma:

    1. Oligozoospermia

    Oligozoospermia adalah kondisi di mana jumlah sperma sedikit. Memiliki jumlah sperma yang rendah dapat menurunkan peluang hamil secara alami.

    2. Teratozoospermia

    Teratozoospermia merupakan kondisi sperma dengan morfologi (bentuk) abnormal. Kehamilan alami tetap bisa terjadi pada pria dengan teratozoospermia, namun akan tergantung dengan jumlah dan motilitas spermanya.

    3. Asthenozoospermia

    Asthenozoospermia adalah kondisi di mana gerakan sperma lemah (lambat), sehingga sulit untuk membuahi sel telur. Kondisi ini juga dapat menurunkan peluang hamil.

    Penyebab kualitas sperma menurun

    Kondisi sperma bisa berubah setiap saat, dan dapat dipengaruhi beberapa faktor. Berikut beberapa penyebab yang dapat menurunkan kualitas sperma hingga memengaruhi peluang hamil:

    • Stres
    • Usia di atas 35 tahun
    • Kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan kafein
    • Kurang olahraga
    • Berat badan berlebih dan obesitas
    • Pola makan yang tidak sehat
    • Mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes

    Kapan sebaiknya pria cek sperma?

    Cek sperma sudah dapat dilakukan sebelum suami menjalani program hamil dengan istrinya atau ketika mengalami disfungsi seksual. Cek sperma juga dapat segera dilakukan bila sudah setahun berhubungan seks secara rutin tanpa kontrasepsi, tapi istri tak kunjung hamil.

    Sejauh ini, cek sperma tak bisa dilakukan secara mandiri dengan memeriksa air mani sendiri ya. Cek sperma hanya dapat dilakukan melalui pemeriksaan di laboratorium atau klinik.

    Prosedur cek sperma

    Cek sperma pada analisis sperma dilakukan dengan cara mengumpulkan sampel sperma. Berikut prosedur dalam cek sperma:

    1. Suami dapat langsung datang ke laboratorium, klinik, atau rumah sakit
    2. Suami akan diminta untuk melakukan masturbasi di ruangan khusus untuk bisa mengeluarkan sperma.
    3. Sperma yang telah terkumpul lalu dimasukkan di dalam wadah dan ditutup rapat.
    4. Hasilnya dapat langsung dicek di laboratorium.

    Sebelum menjalani cek sperma, suami akan diminta untuk tidak dulu berhubungan intim selama 3-5 hari sebelum tindakan. Tidak ada anjuran untuk menghentikan kebiasaan merokok dan kafein guna mendapatkan hasil yang konkret.

    Apa yang harus dilakukan bila hasil cek sperma buruk?

    Hasil cek sperma yang buruk bisa menandakan adanya masalah kesuburan dan menurunkan peluang hamil. Bila hasil cek sperma buruk, suami dapat segera melakukan perubahan gaya hidup.

    Kemudian, suami dapat kembali menjalani cek sperma dengan jarak 3-6 bulan dari cek sebelumnya. Namun, bila hasilnya masih buruk bahkan setelah 1 tahun menjalani pola hidup sehat, ada pilihan lain bagi pria untuk menjalani prosedur lanjutan.

    Berikut beberapa prosedur lanjutan dari cek sperma:

    1. Percutaneous Epididymal Sperm Aspiration (PESA)

    PESA dilakukan dengan mengambil sperma langsung di salurannya. Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan jarum (disuntik).

    2. Testicular Sperm Aspiration (TESA)

    TESA adalah penyuntikan jaringan testis, yang dilakukan bila sperma tidak dapat ditemukan saat prosedur PESA.

    3. Micro TESE (Testicular Sperm Extraction)

    Ini merupakan tindakan operasi dengan sayatan di testis. Prosedur dilakukan untuk mengevaluasi tubulus yang mengandung sperma.

    Ketiga prosedur lanjutan sperma di atas dilakukan bila hasil cek sperma menunjukkan kondisi azoospermia, yakni tidak ditemukannya sperma pada air mani. Pada azoospermia, tindakan terbaik untuk meningkatkan peluang hamil dapat dengan menjalani prosedur bayi tabung.

    Tips menjaga kualitas sperma sebelum program hamil

    Menjaga atau meningkatkan kualitas sperma saat penting bagi suami yang ingin memulai program hamil bersama istrinya. Berikut tips menjaga kualitas sperma suami untuk memulai program hamil:

    1. Menghindari stres
    2. Mengonsumsi makanan bergizi
    3. Rutin berolahraga
    4. Berhenti merokok
    5. Hindari minum alkohol
    6. Batasi asupan kafein
    7. Menjaga berat badan ideal

    Bagaimana cara membujuk suami yang enggan cek sperma?

    Membujuk suami yang enggan cek sperma memang sulit. Bila Ayah sulit dibujuk, Bunda bisa sering-sering memberikan informasi terkait pentingnya cek sperma.

    Informasi dapat disampaikan langsung atau bisa juga dengan memberikan buku untuk meningkatkan literasi seputar pentingnya cek sperma. Bila tetap sulit dilakukan, Bunda dapat membujuk Ayah untuk setidaknya menjalani gaya hidup sehat.

    Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!